Assalamu’alaikum, SB mania,,,
Memenuhi janji untuk menceritakan sosok Mas Ibnu, berikut tulisan dari Kakak, guru, dan sahabat saya, Mas Alfian. Tulisan ini saya ambil dari note di FB beliau.
Di balik sosoknya yang pendiam dan tegas, tersimpan pribadi dengan karakter yang kuat. Karakter untuk senantiasa menjadi pembaharu dan penggerak langkah da’wah di Semarang. Meskipun usianya masih muda, dirinya banyak member kontribusi untuk kemajuan da’wah. Usulan dan idenya pun sangat inovatif dan brilian. Ia memiliki kemandirian yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan da’wah, bahkan sering kali dapat menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan orang lain, meskipun itu bukan tugasnya. Hampir-hampir, setiap ada peluang amal shalih untuk kemaslahatan ummat, telah ia borong. Sosoknya memiliki komitmen yang kuat, sehingga dalam pekerjaan-pekerjaan da’wah, keseriusan, kesungguhan, pengorbanan, dan totalitas ia tunjukkan demi mengharap pahala dari Allah. Sungguh, kepribadian yang sangat langka dan berharga.
Begitu banyak pekerjaan-pekerjaan da’wah yang berat dan melelahkan telah menghabiskan waktunya, hingga waktu untuk keluarga pun ia korbankan. Ia sadar akan kekurangannya dalam berinteraksi dengan keluarganya, seorang istri dan seorang anak yang baru saja lahir November 2010 lalu. Akan tetapi, semua tugas da’wah ini juga ia lakukan untuk keluarga. Sebab, dengan ridha serta doa istri terhadap sibuknya pekerjaan suami di jalan da’wah, sementara istri yang berada di rumah mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga pun akan mendapatkan pahala yang sama dengan suaminya.
Senin, 10 Januari 2011, tak ada yang menduga dirinya pergi mendahului kami untuk bertemu Rabbul ‘alamin . Allah telah berkenan mengambil ruhnya di tengah tugasnya sebagai trainer outbond. Terjadilah kecelakaan yang sama sekali tidak terduga di arena flying fox. Ia meninggalkan kami dengan tenang, tanpa sepatah katapun, sebagaimana sifat asal pembawaannya yang pendiam. Hanya senyum simpul yang menyertai kepergiannya, yang tak terlupakan oleh tim trainer, beberapa detik sebelum kecelakaan terjadi.
Mungkin Allah hendak segera mengistirahatkannya dari padat, penat dan payahnya perjuangan di jalan da’wah yang berliku, terjal dan penuh duri. Allah hendak segera melimpahkan rahmat kepadanya dan menyegerakan pemberian balasan pahala kepadanya dengan nikmat-nikmat yang telah dijanjikan-Nya. Amal shalih, andil, dan jasanya di dunia da’wah telah cukup sebagai bekal untuk menghadap Sang Khaliq.
Dialah Wasono bin Mukmin, lahir di Ngawi, 18 April 1983. Sarjana Science – Universitas Diponegoro. Terakhir beliau menjabat di bagian Administrasi dan Keuangan Baitul Maal Abdurrahman bin Auf cabang Semarang.
Dialah sosok kader yang tak tergantikan. Sekian banyak peran yang telah kau ambil, hingga banyak yang kehilanganmu. Tidak kurang dari 500 orang hadir dan mengantarmu hingga ke pemakaman, tempat istirahatmu hingga ditegakkannya hari kiamat.
Banyak kenangan indah yang telah kami lalui bersamamu sobat. Banyak jasamu yang belum terbalaskan, semoga Allah ‘Azza wa Jalla yang memberikan balasan. Amin.
Selamat jalan teman terbaikku, sahabatku, saudaraku, guruku…. Semoga Allah ampuni dosa-dosamu, maafkan kesalahan-kesalahanmu, menerima amal-amalmu, dan memeberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga kita bertemu di Jannah-Nya. Aamiin.