TUTUP TEMPAT MAKSIAT JANGAN DI BULAN RAMADHAN SAJA

November 17, 2009 oleh segobadak

Tutup Tempat Maksiat Jangan di bulan Ramadhan saja!

Bulan Ramadhan telah berlalu shalat ‘Ied pun telah usai beberapa bulan lalu. Kini kita telah berada di bulan Dzulhijjah. Kita telah melewati bulan Syawal dan Dzulqoidah, kita harus menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelum ramadhan. Karena hakikatnya, bulan ramadhan adalah sarana tarbiyah (pembinaan) bagi ruhani, serta jasmani kita.

Pembaca sekalian, jika kita flashback sebentar, tentu kita ingat kemarin ketika menjelang bulan ramadhan, banyak sekali digelar razia-razia yang dilakukan untuk memberantas kemaksiatan. Mulai dari razia minuman keras, razia mercon, sampai razia warung remang-remang yang dicurigai menjadi tempat prostitusi. Bahkan, tempat lokalisasi (baca: legalisasi Zina) juga ditutup sementara untuk menghormati datangnya bulan ramadhan. Untuk itu, kita semua patut salut atas sikap sigap para aparat dalam memberantas kemaksiatan. Namun, di samping masih banyak lagi tempat maksiat yang belum tersentuh, terutama yang kelas kakap dan mempunyai back up, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Pertama, betapa sayang jika kebjakan yang cukup baik seperti itu hanya dilakukan saat datangnya bulan ramadhan saja, ataupun bila dilakukan di luar bulan ramadhan, skala operasinya tidak sebesar di bulan ramadhan. Tanpa menafikan bahwa operasi seperti itu memang dibutuhkan di bulan Ramadhan, akan tetapi operasi-operasi seperti itu juga dibutuhkan di bulan-bulan lainnya.

Kedua, seolah-olah ada sebuah opini publik yang menyatakan bahwa maksiat itu terlarang hanya di bulan Ramadhan saja. Padahal yang namanya maksiat, tetap saja maksiat! Tetap terlarang dikerjakan kapanpun dan di manapun. Ironis sekali, padahal bangsa ini mengaku sebagai bangsa yang beragama dan menjadikan ketuhanan sebagai sila pertama dalam Dasar Negaranya. Apalagi, kata orang, mayoritas penduduk negeri ini mengaku beragama Islam. Maka sudah seharusnyalah kita berlaku konsisten untuk memberantas kemaksiatan, kapanpun dan di manapun.

Ketiga, selalu saja ada pihak-pihak lain yang berdalih, “Jika semua praktek maksiat ditutup selamanya, lalu bagaimana mereka (orang yang mencari nafkah dari perbuatan maksiat) akan mencari penghidupan? Siapa yang akan bertanggung jawab menyediakan pekerjaan untuk mereka?” Dalih itulah yang sering kita dengar untuk membenarkan praktek-praktek bisnis maksiat. Sungguh aneh! Meski banyak yang beranggapan bahwa zaman ini adalah zaman yang sulit, tetapi kita harus yakin bahwa sungguh masih ada jalan dan kesempatan bagi yang mau berusaha. Bukankah konon, orang bilang tanah kita tanah surga? Tongkat kayu saja konon bisa jadi tanaman! Masih banyak yang halal, mengapa mencari yang haram? Setiap makhluk yang diciptakan Allah, pasti sudah dilengkapi dengan jatah rejeki masing-masing yang sedikitpun tidak akan tertukar dengan jatah makhluk lain. Jadi, alasan mencari rejeki sebagai dalih untuk mempertahankan kemaksiatan adalah suatu dalih yang tidak shahih. Suatu kilah yang tidak sah, serta terlalu mengada-ada! Justru sebaliknya, bila bangsa ini ingin adil. makmur, sejahtera, dan sentosa maka kita tidak boleh memberikan ruang bagi kemaksiatan tinggal di negeri ini. Dalam Qur’an Surat Al A’raf ayat 96, Allah ta’ala berfirman,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…”
Sebaliknya, bila kita mempertahankan kemaksiatan tetap berada di tengah-tengah negeri ini, maka sungguh azab Allah-lah yang menanti. Tidak cukupkah Allah mengingatkan kita melalui berbagai bencana yang menimpa negeri ini? Wallahu a’lam bishshowab.

TRAGIS……..

November 8, 2009 oleh segobadak

Joseph Stiglitz, seorang Yahudi-Amerika, mantan kepala tim ekonom World Bank, membocorkan rahasia Bank Dunia dan IMF dalam menjerat negara2 berkembang. Modusnya, World Bank akan meminjami dana untuk pembangunan dengan imbalan 4 hal: 1.Privatisasi BUMN, 2.Pencabutan subsidi kepada Rakyat, 3.Pasar bebas, 4.Pemaksaan asas Demokrasi. Dan ia menyatakan bahwa proyek awal taktik licik ini mengalami keberhasilan di INDONESIA. (diambil dari “What I learned at The World Economic Crisis”, sebuah buku karangan Joseph Stiglitz sendiri)

Ada pula John Perkins, mantan anggota kehormatan Komunitas bankir Internasional dan juga anggota Economic Hit-Man menuturkan dalam bukunya “Confussion of Economic Hitman”, bahwa ada 4 strategi menjebak negara-negara berkembang, yaitu Jebakan hutang, akuisisi aset/sumber daya alam, pembunuhan, dan invasi militer.

SAAT TAK ADA LAGI SENYUMAN YANG MENGEMBANG….

Mei 8, 2009 oleh segobadak

Wajah-wajah datar, tak ada senyum yang mengembang., “Monggo,Pak…”, Sapa dan kalimat salam pun tak terjawab. Padahal sudah bertahun-tahun hidup dalam satu kampung! Bahkan bertetangga dekat. Aneh, Kok bisa ya?!
Fenomena lainnya terjadi pada para aktivis yang ngakunya memperjuangkan Islam yang berbeda harokah. Sangat jarang saya amati di antara yang berbeda harokah itu saling menyapa, ataupun hanya sekedar tersenyum dan mengucapkan salam. Aneh…. Tapi semoga saja saat saya tidak melihatnya, mereka berbaik-baikan. Amin!
Apakah yang tidak mau senyum itu sedang sakit gigi? Sariawan? Atau Panas Dalam? Obati dengan Adem Sari…. (Lho, malah ngiklan). Mungkin saja !!! (Iki rak maksud ndo’ake elek lho…)
Saat saya ceritakan hal ini pada kawan-kawan, bukan hanya satu atau dua orang yang mengalami hal serupa dengan saya. Mayoritas bahkan! 7 dari 9 orang pernah mengalami hal yang serupa. Bertemu dengan wajah nglangut, yang benar-benar nggak imut kayak marmut. Serta tanpa ada mimik yang simpatik.
Apa sih sulitnya senyum? Mengeluarkan biayakah? Merugikan kita kah? Takut dikira sok kenal? Sok Bersahabat? Atau apa???
Entahlah, hanya Allah-lah yang mengerti isi hati makhluk-NYA.
Anehnya lagi, ada juga yang tersenyum hanya kepada lawan jenis…. Saya pernah memergoki seorang “ikhwan” dari harokah “X” tersenyum tersipu-sipu sesaat setelah mengucapkan salam ketika berpapasan dengan seorang “akhwat” dari LDK di kampus saya. Saat saya tanyakan kepada sang “ikhwan”, ia mengemukakan alasan klasik. “Lho, ini kan untuk menjaga ukhuwah. Apa salahnya?Toh, sesame muslim kita disarankan mengucap salam saat bertemu.” Kata dia. “Oh, begitu ya?” Pertanyaannya, kenapa harus pake’ telor? Eh, keliru. Kenapa harus pake’ tersipu-sipu? Sontak dia terdiam tak bisa berkata.
Fenomena apakah ini? Nantikan kisah selanjutnya! Amati orang-orang di sekitar anda berada. Jika anda menemukan fenomena serupa, segera hubungi Ustadz terdekat!

ASHABUL UDUD…..INSYAFLAH!!!

Mei 8, 2009 oleh segobadak

Anda pernah berdekatan dengan orang yang sedang merokok? Atau anda sendiri seorang perokok? Semoga saja bukan, hehehe… Lalu bagaimana perasaan antum saat berdekatan dengan mereka?!
Beberapa pekan yang lalu saya diajak oleh seorang Ikhwan pergi ke Jakarta utuk suatu keperluan. Karena ingin lebih merakyat (menyamar jadi rakyat, hahaha…) kami memutuskan untuk naik kereta kelas bisnis ajah. Jam 19.05 tepat, kami berangkat dari Stasiun Poncol, duduk menghadap ke barat. Di hadapan kami duduk dua orang bapak-bapak dua pertiga baya (Lebih dari separuh baya!).
Menit demi menit kami lalui dengan bercengkerama bersama dua orang bapak yang duduk di hadapan kami. Waktu pun berlalu…. Hingga setelah lebih dari satu jam, kami bersepakat untuk menutup mata barang sejenak karena padatnya agenda yang menunggu kami esok hari. Baru sekitar seperempat jam saya berhasil membujuk mata ini untuk menutupkan kelopaknya, lalu…. Mak wuz….. Terciumlah aroma yang sangat saya benci… aroma sedap dan mantap serta top markotop asap rokok itu mampir di hidung saya!
Terpaksa saya membatalkan rasa kantuk yang tadinya sudah menyerang dengan hebat. Mata ini pun terbuka kembali. Betapa terkejutnya saya ketika ternyata asap rokok itu berasal dari Bapak yang berada persis di hadapan saya! Ya Allah, berilah kesabaran… Wong ning ngarepku jebule Ashabul Udud… Duh, repot to iki… Di dalam hati, saya terus menggumam, dan ingin menegur orang yang berada di hadapan saya itu. Tapi mungkin karena rasa rikuh-pakewuh yang masih menempel di batin saya, niatan untuk menegur itupun saya urungkan. Saya melirik pada kawan saya, ternyata dia sudah terlelap. Yo wis, taksabar-sabarke wae lah…
Saya jadi teringat fatwa sebuah lembaga yang katanya berisi kumpulan para “Ulama”. “Merokok hukumnya haram untuk Anak-anak dan Ibu hamil.” Saya jadi terkekeh-kekeh sendiri. Cah SD wae iso nggawe fatwa koyo ngono.
Akhirnya mata ini berhasil terlelap. Sampai pada beberapa jam kemudian, (seingat saya) kereta sampai di Tegal, saya memergoki Bapak itu menyalakan korek. “Ki mesti meh nyumet rokok neh ki…” saya bergumam. Dan ternyata benar…. 100 poin untuk saya. (Wehehe…). Untuk yang kedua kalinya, paru-paru ini kemasukan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Lalu saya berdoa dalam hati, “Ya ALLAH, mugo-mugo korek’e ilang…”
Jam di tangan saya menunjukkan waktu sudah tengah malam, hampir jam 1 dini hari. Kami baru sampai di Cirebon, dan kereta berhenti cukup lama untuk transit sekitar setengah jam. Teman saya pun terbangun dan kami bercakap-cakap sebentar. Lalu, apa yang terjadi, saudara-saudara? Bola ditendang ke arah gawang,….. dan Gol….., Ngawur!
Mari kita kembali ke jalan yang benar! Ternyata sang Bapak Ashabul Udud tadi kembali menyalakan rokok untuk yang ketiga kalinya!!! Ya, Bapak itu mencetak Hatrick!!! Dalam hati saya kembali bergumam, “Lho padahal wis takdongakke korek’e ilang. Iki mesti nyilih korek’e wong liyo…”. Huh…
((Ceritanya saya percepat, langsung ke akhir cerita aja ya. Soale laporanku durung bar. Iki mumpung ono ide nulis, yo takseseli wae nggo nulis iki to. Daripada ide-ne ilang. Yo rak?))
Kemudian, sampai di Jakarta, berdasarkan perhitungan Quick Count yang saya lakukan, Bapak itu telah menghabiskan 6 batang rokok… Ya, 6 batang rokok untuk perjalanan Semarang-Jakarta. Jajal nek ditahan rak ngrokok trus duwite di-shodaqoh-ke… Lak mesti luwih becik, Pak!!! Akhirnya sebuah himbauan bagi para ashabul udud,
Peringatan Thaghut: “Merokok dapat menyebabkan Kanker, Impotensi, dan Gangguan kehamilan dan Janin.”
Peringatan Ustadz: “Merokok dapat menyebabkan masuk neraka”

Lama nggak Nulis….

Maret 19, 2009 oleh segobadak

Menulis (atau lebih tepatnya “mengetik’”) memeng menjadi suatu hobi baru bagi saya…… Hmm…. Bisa dibilang Calon Penulis Pemula, hehehehe (Udah pemula, masih pake “calon” lagi!!!).

Kadang kala muncul sekelumit pikiran di otak tentang suatu hal yang menarik untuk ditulis. Namun pada saat baru saja memulai hendak mencatat sekelumit pikiran itu, tiba-tiba otak menjadi BLANK, tak tau lagi apa yang akan ditulis. Mungkin itu adalah masalah klasik yang dialami oleh orang-orang yang mencoba atau memulai hobi Menulis….

Adakah yang ingin memberikan ide atau s aran bagi saya???
Berikan Komentar dan Saran Antum sekalian…

Ketika Ujian Melanda…….

Januari 28, 2009 oleh segobadak

Benarlah yang disabdakan oleh Rasulullah sahalallahu’alayhi wa sallam, 14 abad lalu, bahwasannya keadaan seorang Mu’min adalah senantiasa bagus. Apabila diberi ni’mat ia bersyukur, dan tatkala diberi ujian ia bersabar….
Dan memang sungguh ujian itu akan selalu ada bagi orang2 yang mengaku beriman…
Ketika seorang da’i sukses di dalam dunia da’wahnya, mungkin saja di dalam rumahnya sendiri ada sesuatu yang dijadikan batu ujian oleh ALLAH ‘azza wa jalla. Mungkin anak-anaknya yang membangkang,, , atau istrinya,, atau haal-haal yang serupa dengannya…

Dan ketika masa-masa ini sedang kita jalani, janganlah pernah kita lari dari permasalahan…. Berikhtiar mengurai dan menyelesaikan permasalahan serta mencari solusi, selebihnya kit a berdo’a dan tawakal kepada ALLAH…Karena hadirnya permasalahan itu notabene adalah dengan seizin Allah… karena dalam hadits yang lain disebutkan bahwasannya do’a adalah senjatanya seorang mukmin…. Maka, sungguh-sungguh harus kita gunakan senjata itu…. wallahu a’lam bishshawab.

Hujan2an di Konser??? Capek deh…

Januari 26, 2009 oleh segobadak

Sabtu malam,sepulang kajian dari Masjid Al Ikhlas,,, hujan mengguyur kota Semarang…. Dengan nekat pun kunaiki sepeda motor untuk pulang ke rumah…. Malam itu, tanggal 24 Januari….. Sampai di perempatan Bangkong, mataku tertuju pada sebegitu banyaknya barisan (lebih tepatnya gerombolan) anak-anak muda yang berpakaian kaos hitam, dan celana sesak(wkakaka….mungkin kurang bahan,atau bahan untuk 1 tapi dijadikan 2….) dan di antara mereka ada yang membawa bendera bertuliskan “Slank”… Ouwh, ternyata…..mereka baru saja pulang dari menghabiskan waktu di konser musik….. Yaaah…. ada-ada saja…
Semakin mendekati Simpang Lima, jalanan semakin macet….. Di sana-sini banyak muda-mudi,,, tak sedikit dari mereka adalah kaum hawa…. mereka bahkan rela berhujan-hujanan!!!
Na’udzubillah….
Seolah mereka tidak pernah mengingat kejadian yang sering terjadi ketika konser-konser musik di kota-kota besar yang merenggut nyawa penontonnya!!! Mungkin alasan klasik yang keluar dari mulut mereka saat ditanya adalah “untuk mencari Hiburan”… Dan, bisa dipastikan, kemungkinan ketika ditanya lagi, mayoritas dari mereka pasti mengaku beragama ISLAM…

Menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah, seseorang itu melakukan tindakan sesuai dengan pemahamamannya…
jadi kalo yang mereka pahami adalah refreshing selalu diwujudkan dengan konser musik,,ya selamanya mereka akan melakukan hal ini……..

Lalu apakah yang sekiranya menmyebabkan mereka mempunyai pemahaman seperti ini??? Dua faktor utama sekiranya adalah kebodohan akan Dienul Islam,,dan juga tentunya (dengan ataupun tanpa kita sadari) upaya dari musuh-musuh Islam yang ingin menjauhkan Generasi Muda Islam dari Dien-Nya…
Dengan dana yang tidak sedikit, musuh2 Islam menanamkan suatu sudut pandang dan pola pikir mereka sehingga gaya hidup Hedonis menyebar ke seluruh penjuru dunia…..Jelas! melalui media yang saat ini merekalah yang menguasai…. MTv…. maupun Stasiun-stasiun tipi Lokal telah menjadi alat yang efektif untuk melancarkan aksi “Ghazwul Fiqr”…..

Di lain pihak, keengganan Kawula muda Islam untuk mengkaji kembali bagaimanakah ajaran ISlam yang sesungguhnya,,, ajaran Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah dan dipraktekkan oleh generasi awal Ummat ini…. Saat ini, ketika di KTP sudah tercantum “Islam” sebagai agama, dengan mudah mereka menganggap dirinya sudah benar2 Islam…. Atau ketika sudah melakukan Shalat, membayar zakat, dan Puasa di Bulan ramadhan saja…. Mungkin itu saja telah dirasa cukup…. Tanpa memperhatikan aspek-aspek lain seperti dalam berhukum, gaya Hidup, Pola pikir, akhlak, ataupun yang paling sederhana, cara berpakaian….

Islam adalah agama yang Syumul…. dan Allah telah mewajibkan dan memerintahkan kita untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah…. Maka, tak ada alasan bagi kita untuk menolak perintah Allah!
Karena di dalam Islam itulah seorang manusia akan benar2 merasa dimanusiakan…. Mungkin saja mereka belum mengetahui hakikat Islam yang sesungguhnya… Atau sudah tau tapi tak mau mengikutii?
Memang hanya ada 2 kemungkinan itu,,, (syubhat dan syahwat)…

Jadi ya,,, ngapain juga capek-capek plus ujan-ujanan nglihat konser???? Capek deh….

Kenalan dulu ya…..

Januari 20, 2009 oleh segobadak

Assalamu’alaykum…

Ikhwan dan Akhwat sekalian….

Para pembaca Blog ini….

Langsung saja saya perkenalkan diri,…

nama hijrah saya Multazim, bukan Sego Badak,hehehe….

Adapun nama Sego Badak diambil dari nama makanan favorit saya kala SMA dulu…. Hmm…. Udah ya,sekian dari saya. Kalo mau kenalan lebih lanjut, hubungi apotik terdekat,hahaha…. Maksudnya, ntar aja kalo mau ta’aruf sama saya,(Lho,Kok ngono??? hahaha,,,just kidding.)

Selamat membaca tulisan, eh ketikan saya…. Saran, kritik dan komentar, selalu saya harapkan…..

Jazakumullah khairan katsir…..

Wassalamu’alaykum…

Hello world!

Januari 20, 2009 oleh segobadak

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!